Posted by: Qie on: July 8, 2008
Berharap Tuhan membalikkan semua perhitungan manusiaku
dan berharap kau menyadari keberadaanku
Aku disini
Aku disini
Posted by: Qie on: April 21, 2008
Menunggu..
seperti biasa
meski sekarang tanpa daya
mendengar nyanyian seseorang
dengan harap cerna yang sama
melihat tengah malam
bersama kecoa yang menggoda
lalu….
aku bangun
melintasi nuansa bimasakti
merayapi bauran warna warni
menyadari dia ternyata penyebabnya
meluruhkan segala cinta
memasrahkan semua hentak
untuk disegerakanNya
untuk disegerakanNya
untuk disegerakanNya
Posted by: Qie on: April 21, 2008
Masa lalu merayapi punggung-punggung tanganku
Terasa seperti sekelebat hantu
Menggoda laksana aroma bumbu
Mengusik ketenangan telaga tanpa tabu
Jengah sakit hati
Enyah rasa mati
Posted by: Qie on: April 21, 2008
Malam, luruskan kaki
Mari kita bicara dengan secangkir kopi
Malam, rebahkan badan
Mari kita berhayal tentang masa depan
Aku memprasangkaiMu dengan sejuta kebaikan
Biar kuterima pula dengan sejuta kenyataan
Begitu malam beranjak memutih,..
Engkau memberiku pelepas letih
Diantara ribuan bintang
Aku menari dengan riang
KarenaMu
KarenaMu
Terimakasih karena kau kirim itu
Untukku
Malam itu
Sebuah bingkisan sederhana
Yang ku tahu sebagai tanda cinta
Ehmm…..
Recent Comments