Posted by: Qie on: April 21, 2008
Menunggu..
seperti biasa
meski sekarang tanpa daya
mendengar nyanyian seseorang
dengan harap cerna yang sama
melihat tengah malam
bersama kecoa yang menggoda
lalu….
aku bangun
melintasi nuansa bimasakti
merayapi bauran warna warni
menyadari dia ternyata penyebabnya
meluruhkan segala cinta
memasrahkan semua hentak
untuk disegerakanNya
untuk disegerakanNya
untuk disegerakanNya
Posted by: Qie on: April 21, 2008
Kemaren dulu… pas malem hari yang masih bingar aku nyepedah ma chiko ke Old Pesantren…. di tengah jalan nemu gundukan pasir yang berserak dan tiba-tiba sang otak kelabu berpikir, ” Dlu klo di Kediri aku sering jatuh klo nglewati jalanan pasir… jatuh ngga’ ya?” dan sedetik kemudian….. Brukkkggghhh jatuh beneran… kakiku memar dan otak memerintahkan [...]
Posted by: Qie on: April 21, 2008
Tiba…. HP bergetar… dan sms masuk. Undangan Resmi Menuju Masa Lalu telah diterima. Akankah hati kembali ke sana?
Sulit,…. melihat yang terserak… hati berbisik….,
“Kamu hanya menyisakan rasa ingin tahu saja karena selebihnya cuma biasa. Pagi saja kau teteskan air mata untuk matahari bukan rembulan,…. jadi jujurlah bahwa dia pun tak berpengaruh apa2. Jangan hanya mencari pengakuan [...]
Posted by: Qie on: April 21, 2008
Masa lalu merayapi punggung-punggung tanganku
Terasa seperti sekelebat hantu
Menggoda laksana aroma bumbu
Mengusik ketenangan telaga tanpa tabu
Jengah sakit hati
Enyah rasa mati
Posted by: Qie on: April 21, 2008
Malam, luruskan kaki
Mari kita bicara dengan secangkir kopi
Malam, rebahkan badan
Mari kita berhayal tentang masa depan
Aku memprasangkaiMu dengan sejuta kebaikan
Biar kuterima pula dengan sejuta kenyataan
Begitu malam beranjak memutih,..
Engkau memberiku pelepas letih
Diantara ribuan bintang
Aku menari dengan riang
KarenaMu
KarenaMu
Terimakasih karena kau kirim itu
Untukku
Malam itu
Sebuah bingkisan sederhana
Yang ku tahu sebagai tanda cinta
Ehmm…..
Recent Comments